Sabtu, 09 November 2013

Agama Hindu Mengajarkan Umatnya Agar Dapat Memanusiakan Alam


Agama Hindu Mengajarkan Umatnya Agar Dapat Memanusiakan Alam

OM SWASTIASTU. OM AWIGNAMASTU.

Masih banyak orang-orang yang kurang mengerti tentang hidup, sedangkan mereka dapat mengatakan dirinya sedang hidup. Ada pula yang memberikan definisi hidup itu adalah bergerak. Jadi setiap yang bergerak itu hidup, sepertinya benar juga. Tetapi kemungkinan salahnya pasti ada juga, itu sangat tergantung dari sudut pandang kita. Dari mana kita memandangnya penilaian kita pasti mulai dari sudut itu.

Pikiran saya selalu dibayangi oleh setumpuk kata-kata seperti itu. Setiap saat saya merenungkan hidup ini. Apa sebenarnya hidup itu? Didalam sebuah buku saya pernah membacanya; Bahwa hidup ini tidak ada lain adalah kesempatan emas untuk berkarma. Karma itu ada dua yaitu karma baik (Subhakarma), dan karma yang tidak baik (asubhakarma). Jadi dalam hidup ini pasti dan harus seseorang itu berkarma, apa itu karma yang baik maupun karma yang tidak baik. Kembali saya berpikir apakah saya ini telah berkarma baik?

KEMENANGAN DHARMA.


KEMENANGAN DHARMA.

OM SWASTIASTU, OM AWIGNAMASTU NAMO SIDAM.

Hari suci GALUNGAN sudah terkenal dengan istilah hari suci untuk merayakan kemenangan dharma atas adharma. Namun baru kemarin saya memberikan Dharma Wacaca di suatu Desa, muncul pertanyaan dari salah satu anak muda, pertanyaannya begini:

"Singgih Pedanda saya mau berteanya, Sehubungan dengan hari suci Galungan, yang mana pengertiannya adalah merayakan kemenangan Dharma atas adharma. 1. Apakah dewasa ini,dijaman seperti ini masihkah Dharma itu menang? 2. Di mana wilayah pertempuran Dharma itu waktu melawan adharma? Dan banyak lagi yang ditanyakan, saya sangat bangga terhadap generasi muda yang peduli dengan ajaran agama dan ajaran kerokhanian.

GALUNGAN MELAKONI HARI KEMENANGAN DHARMA.


GALUNGAN MELAKONI HARI KEMENANGAN DHARMA.

OM SWASTIASTU.

Tidak lama lagi kita akan melakoni hari Suci Galungan, yang mana hari Galungan itu datang setiap 6 bulan sekali dalam perhitungan kalender tahun saka, tepatnya galungan yang akan datang jatuh pada hari Buda Kliwon Dunggulan, bulan ini Galungan itu jatuh pada Hari Rabu tgl 23 Oktober 2013. Semua umat sudah mengetahui bahwa makna galungan itu adalah perayaan hari kemenangan Dharma melawan Adharma. Ada pertanyaan yang menggelitik adalah sebagai berikut;" SUDAHKAH DHARMA ITU MENANG MELAWAN ADHARMA?". Kalau jawabannya sudah. Lalu ada pertanyaan lagi: " APA CIRI-CIRINYA DHARMA ITU MENANG MELAWAN ADHARMA? ". Sebenarnya jawabannya sangat gampang yaitu; Ciri dari Dharma itu menang melawan Adharma ialah; Apabila rumah sakit tidak kekurangan kamar ( pasiennya sedikit bila perlu kosong), dan lembaga pemasyarakatan tidak kelebihan anak-anak binaan, ya paling banyak setengah dari daya tampung, bila perlu harus kosong. Itu ciri-cirinya. Apakah hal itu mungkin terjadi/ Jawabannya mungkin sekali kalau dari masing-masing kita mau memenangkan dharma melawan Adharma di dalam diri kita masing-masing.

PENJOR DAN GALUNGAN DI DALAM TAFSIR.


PENJOR DAN GALUNGAN DI DALAM TAFSIR.

OM SWASTIASTU. OM AWIGNAMASTU NAMOSIDAM.

SELAMAT HARI SUCI GALUNGAN KEPADA UMAT HINDU DIMANAPUN SAUDARA BERADA, SEMOGA DAPAT MELAKONI HIDUP MENUJU TUJUAN HIDUP ITU SENDIRI.

Judul ini sengaja saja buat seperti itu, sebab akhir-akhir ini umat Hindu khususnya di Bali, sedang semaraknya membikin penjor untuk galungan, bahkan biaya yang dikeluarkan tidak canggung-canggung lumayan besar bagi ukuran saya sendiri. Seiring dengan meriahnya penjor galungan saya sangat mengharapkan dapat dimaknai atau paling tidak ditafsir maknanya dikaitakan dengan peningkatan moralitas, untuk memenangkan Dharma.

Saya akan mencoba menafsir makna penjor tersebut dikaitkan dengan peningkatan moralitas. Penjor itu yang paling menyolok adalah bambu yang digunakan sebagai sarana pokok pasti bentuknya melengkung (bengkong muncukne). Itu yang menarik perhatian saya, sebab selama yang saya tau penjor itu selalu bambunya begitu. Yang kedua di paling ujung dari tali pengikat ujung bambu itu pasti ada sebuah benda hasil kesenian (reringgitan) yang disebut Sampyan.

RENUNGAN DI HARI SUCI GALUNGAN.


RENUNGAN DI HARI SUCI GALUNGAN.

OM SWASTIASTU, OM AWIGNAMASTU NAMOSIDAM.

ANJURAN; Disaat hari suci galungan sangat perlu kita berkomunikasi dengan diri kita sendiri, sebab diri kita sering sekali bertanya kepada kita dan kita jarang memberikan jawban dan berkomunikasi dengannya. Ini tidak perlu didiskusikan lagi. Bila saudara menganggap perlu ini, silahkan lakukan, dan bila menganggap tidak perlu, jangan dilakukan. Sebab ini merupakan anjuran dan saran saya, disaat jaman seperti sekarang rasanya perlu kita membangun komunikasi terutama dengan diri sendiri, sebelum berkomunikasi kepada pihak lain.